Narasi tentang Masyarakat Adat, ditulis dari dalam

Organisasi berbentuk asosiasi yang menghimpun jurnalis dari kalangan Masyarakat Adat serta jurnalis yang pedulian pada hak-hak Masyarakat Adat di seluruh Indonesia.

AJMAN adalah organisasi berbentuk asosiasi yang menghimpun jurnalis dari kalangan Masyarakat Adat serta jurnalis yang memiliki kepedulian dan komitmen dalam menyuarakan hak-hak Masyarakat Adat di seluruh Indonesia.

AJMAN lahir dari sebuah keprihatinan mendasar bahwa narasi, berita, dan informasi mengenai Masyarakat Adat selama ini kerap ditulis dari sudut pandang luar dan cenderung memarjinalkan Masyarakat Adat itu sendiri.

Atas dasar itu, AJMAN didirikan sebagai penyeimbang sekaligus instrumen perjuangan Masyarakat Adat dalam memperoleh pengakuan dan pemenuhan hak-haknya melalui jalur jurnalistik yang independen dan profesional.

DIDEKLARASIKAN

9 Agustus 2025, bertempat dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS)

TEMPAT DEKLARASI

Kasepuhan Guradog, Banten Kidul, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

BENTUK ORGANISASI

Nirlaba dan independen, kedaulatan tertinggi di tangan anggota, bernaung di bawah AMAN

SLOGAN

"Kuasai Narasi,
Rebut Gelombang"

LAMBANG

Makna Lambang AJMAN

Bulu unggas hitam-putih

Melambangkan pena sebagai alat juang para jurnalis Masyarakat Adat yang teguh, kritis, dan berpihak pada kebenaran.

Sagang & lingkaran hitam

Simbol keterhubungan jurnalis Masyarakat Adat dalam satu ruang perjuangan yang mandiri dan berdaulat.

Lima gelombang laut

Melambangkan Lima Pilar Utama AJMAN yang mengalir dinamis, menyatukan pulau-pulau Nusantara, dan memecah hegemoni arus utama.

Segitiga dan lingkaran

Melambangkan keseimbangan manusia, alam, dan kebudayaan; fondasi jurnalisme yang berakar pada Wilayah Adat.